Focus Group Discussion (FGD) CERMI OPEN SOURCE dan CMS – LINUX

Kami dari kelompok Linux ingin mempresentasikan hasil kerja kelompok kami.

OPEN SOURCE

A. Open source adalah suatu istilah yang digunakan untuk software (perangkat lunak) yang membuka atau membebaskan source codenya dapat dilihat oleh pengunanya, dan membiarkan penggunanya dapat melihat bagaimana cara kerja dari software tersebut serta penggunanya juga dapat memperbaiki atau mengembangkan software tersebut menjadi lebih baik lagi.

B. Macam – macam open source

1. Freeware

Freeware merupakan perangkat luak yang gratis untuk diakses. Namun pada freeware ini pengguna tidak bisa melihat source code tersebut, juga disyaratkan untuk tidak memodifikasi perangkat lunak tersebut. Untuk freeware disini tidak memiliki batasan jumlah dan waktu pemakaian, jadi anda bisa bebas untuk mengakesnya.

2. Shareware

Shareware merupakan salah satu perangkat lunak yang bisa diunduh dan digunakan untuk trial (percobaan) saja. Untuk shareware ini berbeda dengan freeware karena untuk penggunaannya dibatasi oleh waktu. Misalnya 7 hari atau 30 hari saja. Setelah itu perangkat lunak ini sudah tidak bisa digunakan lagi atau otomatis terkunci. Iya, karena shareware ini hanya digunakan sebagai percobaan, sehingga untuk anda merasa puas dengan perangkat lunak ini, anda bisa membeli perangkat lunak ini.

3. Adware

Adware merupakan perangkat lunak yang juga gratis untuk diakses. Namun pada perangkat lunak ini terdapat banyak sekali iklan yang muncul. Yang mana iklan ini menjadi sumber penghasilan bagi sang pembuat adware ini / developer perangkat lunak tersebut.

C. Kelebihan dan Kekurangan Open Source

Kelebihan

1. Pengguna Bebas mengembangkan Sistem

Open source memungkinkan penggunanya untuk mempelajari kode sumber dari suatu perangkat lunak. Selanjutnya pengguna bisa melihat dan memahami kode sumbernya yang nantinya pengguna bisa menganalisis apakah ada yang perlu untuk diperbaiki atau ditambah dari kode sumber tersebut yang kemudikan melakukan modifikasi (jika memang diperlukan) untuk menghasilkan sistem baru yang sesuai dengan keingginan pengguna, sehingga perangkat lunak tersebut bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

2. Merupakan Sistem yang Legal

Keuntungan lain dari open source adalah sistem perangkat lunak ini sudah legal. Sehingga pengguna tidak perlu khawatir melanggar hukum karena perangkat lunak tersebut memang tidak digunakan untuk komersial atau menghasilkan uang.

Kekurangan

1. Tanpa Dukungan Dana dan Pemasaran

Kekurangan dari open source adalah tidak adanya dukuran dana dan pemasaran. Iya berbeda dengan perangkat lunak lainnya yang mendapat dukungan dana serta pemasaran dari pihak perusahaan.

2. Beberapa Interface Aplikasi Open Source Kurang Familiar

Kekurangan lainnya adalah aplikasi open source ini memiliki tampilan yang berbeda dengan perangkat lunak yang lain. Sehingga para pengguna harus mencoba dan memahaminya dengan cara otoddak atau membiasakan diri dengan tempilan dari aplikasi open source tersebut.

3. Tidak Ada Pembajakan

Dan keuntungan selanjutnya adalah semua pengguna bebas untuk mengakses dan memodifikasi perangkat lunak ini, sehingga pengguna lain tidak ada yang bisa membajaknya. Hal ini tentu karena perangkat lunak ini telah dibagikan secara gratis, sehingga setiap orang bisa mengaksesnya dengan mudah tanpa perlu membayar.

D. Contoh Software (tidak berbayar) Open source

A. Linux, merupakan software sistem operasi yang gratis dan sangat populer. Linux merupakan proyek perangkat lunak bebas dan sumber terbuka terbesar di dunia

 

B. XAMPP, merupakan paket software yang berguna untuk simulasi dan pengembangan web, termasuk juga di dalamnya Apache dan MySQL (database).

 

C. Mozilla Firefox, merupakan software yang berguna untuk menjelajahi halaman web di internet.

 

A. CMS (Content management System) atau dalam bahasa indonesia disebut dengan sistem manajemen konten adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web.
Biasanya CMS terdiri dari 2 elemen yaitu

  • CMA (Content Management Application)
  • CDA (content delivery application)

CMA digunakan untuk mengelola konten dengan mudah, dan biasanya tidak diperlukan pengetahuan khusus dalam bahasa pemrograman web seperti HTML, CSS, Javascript, dan PHP. sedangkan CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pemilik situs web untuk memperbaharui situs web tersebut.

B. Manfaat CMS

1. Manajemen data
Ini merupakan fungsi utama dari CMS. Semua data/informasi baik yang telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data/informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi.

2. Mengatur siklus hidup website
Banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, masa/waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya.

3. Mendukung web templating dan standarisasi
Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.

4. Personalisasi website
Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam CMS, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan CMS yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah.

5. Sindikasi
Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif mulai dari rss, rdf, xml hingga ‘backend scripting’. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah.

6. Akuntabilitas
Oleh karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera.

C. Contoh CMS yang sering digunakan :

  • Drupal
  • Joomla
  • WordPress
  • Plone
  • VBulletin
  • Moodle
  • MediaWiki
  • Opencart
  • PrestaShop

KESIMPULAN CMS

Dari beberapa uraian diatas dapat di simpulkan bahwa CMS (Content Management System) sangat di perlukan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam bisnis di Perusahaan, karena CMS (Content Management System) inti dari pembuat blog, website Perusahaan maupun individu. Serta dengan adanya CMS ini akan sangat membantu bagi para pemula dalam pembuatan website ataupun yang ingin beralih pada CMS.

KESIMPULAN OPEN SOURCE

Open Source Software merupakan suatu software terbuka yang bisa digunakan, dikembangkan dan disebarluaskan tanpa harus diperjual-belikan. Ketersediaan aplikasi open source diciptakan secara gratis atau dengan biaya yang rendah dan membutuhkan pengetahuan yang lebih tinggi dalam pengembangannya. Dengan dukungan sumber daya manusia yang baik, aplikasi open source akan lebih menjanjikan.

Posted in

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.